Harga HP dan Spesifikasi terbaru 2017, harga Android, Samsung, Xiaomi, Sony, Apple, Asus, LG, Oppo, Meizu, Infinix lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

5 Bahaya Anak Terlalu Sering Bermain Game

5 Bahaya Anak Terlalu Sering Bermain Game – Pada era sekarang sebagian besar anak-anak sudah akrab aplikasi game. Sebenarnya hal tersebut lebih banyak menyimpan sisi negatifnya dibanding sisi positif. Jika anak terlalu sering bermain game dampaknya cukup serius baik untuk pribadinya hingga hubungannya dengan kehidupan sosial. Bahkan bahaya yang paling sering kita temui terkait dengan kesehatan fisik dan mental anak. Sayangnya banyak orangtua yang menganggap masalah ini sebagai hal sepele.

Padahal kecanduan game menyimpan berbagai dampak besar yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu sebagai orangtua mesti mengetahui apa saja bahaya jika anak terlalu sering bermain game. Jika sudah mengetahui bahayanya anda akan memiliki kesadaran untuk membatasi dan memberi pengertian buah hati agar tidak sering bermain game. Kenali berbagai bahaya jika anak terlalu sering bermain game, demi tumbuh kembang buah hati anda.

Bahaya Anak Terlalu Sering Bermain Game

1. Sosialisasi anak terganggu
Jika anak-anak sudah melekat dengan game di kesehariannya dampak buruknya adalah kehidupan bersosialnya terganggu. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya didepan gadget dibandingkan bermain atau berinteraksi dengan sekelilingnya. Jika hal ini dibiarkan hingga dewasa bisa jadi anak akan tumbuh menjadi pribadi yang anti sosial dan fobia sosial. dampak ini juga menjalar hingga sisi akademisnya yang menurun.

2. Merubah struktur otak
Masa kanak-kanak merupakan masa keemasan untuk pertumbuhan otak. Jika pertumbuhan ini dirusak dengan game akibatnya struktur otak bisa berubah lantaran kecanduan game. Pecandu game akan mengalami peningkatan metabolisme glukosa pada orbitofrontal kanan tengah, nukleus caudatus kiri hingga insula kanan dari otak. Hal ini akan dibarengi dengan perubahan dendrit sel otak yang berakibat masalah dalam kontrol perilaku kesehariannya.

3. Kecenderungan meniru adegan kekerasan
Tidak bisa dipungkiri sebagian besar game yang beredar memiliki adegan kekerasan baik itu yang ringan hingga sadis. Pada rentang usia 4 sampai 17 tahun, anak-anak akan lebih mudah menyerap dan meniru segala hal yang dilihatnya. Oleh sebab itu adegan kekerasan di dalam game yang dimainkannya bisa dengan mudah ia tiru. Banyak kasus yang kekerasan yang dilakukan anak dengan latar belakang meniru adegan game.

4. Gangguan kesehatan umum
Selain berimbas pada perilaku sosialnya, masalah ini juga menyebabkan gangguan kesehatan secara umum. Misalnya rentan sakit kepala, nyeri leher hingga gangguan penglihatan. Sinar biru yang dikeluarkan gadget dampak jangka panjangnya bisa menurunkan sensitivitas mata. Selain itu jika terlalu lama duduk menatap gadget juga mengakibatkan gangguan motorik pada anak.

5. Obesitas
Gangguan motorik anak bisa menimbulkan resiko fatal. Salah satunya adalah obesitas. Obesitas ini bisa disebabkan karena kurangnya aktivitas anak di luar ruangan. Walaupun hal ini jarang terjadi namun kemungkinannya cukup besar. anak-anak mestinya aktif bergerak untuk melatih motorik dan menstabilkan metabolisme tubuhnya. Jika terlalu lama duduk didepan gadget akan mempengaruhi metabolisme dan kemampuan motorik mereka sehingga menimbulkan obesitas.

Dengan berbagai dampak buruk yang terjadi sebaiknya sebagai orangtua anda wajib lebih protektif dan tegas membatasi waktu bermain game buah hati anda. semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 5 Bahaya Anak Terlalu Sering Bermain Game